Tag: kuliner melbourne

KULINER DI LORONG-LORONG TERSEMBUNYI KOTA MELBOURNE

KULINER DI LORONG-LORONG TERSEMBUNYI KOTA MELBOURNE.png

Bertandang ke Melbourne janganlah terlewat untuk menyusuri lorong-lorong jalan yang populer ramai di ruang Central Bussines Distric (CBD).  Di Laneway Arcade Block,  Kamu dapat mencicipi makanan yang walau di jual secara kaki lima, tetapi macam menunya bintang lima. Meskipun berbentuk gang-gang sempit, di sinilah tempat berkumpulnya beberapa karyawan atau eksekutif muda untuk bersantap siang.

Keramaian diawali mendekati tengah hari, atau waktu jam makan siang. Menu yang paling umum disantap waktu makan siang pada lain spaghetti, sandwich, soup & pasta, chicken salad, serta makanan berat yang lain.

Sebagian tempat di desain cukup cozy dengan sentuhan style kafe serta bar. Ukuran kafe atau kedainya tak kian lebih 3 x 4 mtr. dengan cuma tersisa ruangan untuk tempat duduk sejumlah tak kian lebih 8-10 kursi. Selebihnya, beberapa orang bisa makan sembari berdiri atau bertukaran duduk. Bila menginginkan ke tempat ini yakinkan sebelumnya jam 2 siang, lantaran lewat dari itu peluang makanan telah habis atau jadi telah tutup.

Berapakah harga makanan rata-rata disini? Meskipun ada di lokasi sentral usaha, sebagian harga makanan disini cukup rasional. Harga sandwich dari mulai AU$ 6 (sekitaran Rp60 ribu), serta untuk sup dan salad dari mulai AU$ 8 (sekitaran Rp79 ribu). Sesaat untuk paket croissant dengan kopi atau teh dapat diperoleh dengan harga dari mulai AU$ 4 (sekitaran Rp39 ribu).

Satu diantara pojok tempat makan yang paling populer adalah Cafe et Pattiserie yang ada di Degraves Lane. Tempatnya cukup menyempil di satu gang yang ramai. Tempat ini jual beragam makanan siap saji dengan menu paling utama roti,  sandwich,  sup,  salad, dengan minuman seperti kopi serta teh.

Type makanan yang paling disukai untuk makan siang yaitu roti baguette grande diisi daging pilihan seperti ham, tandori,  ayam,  kalkun,  salmon asap, grilled vegie salami,  tuna, serta sapi panggang.  Baguette kemudian ditambahkan salad serta dilumuri racikan saus yang khas yang bikin roti ini jadi favorite untuk makan siang.

Siang itu saya berniat menuju tempat ini lantaran menginginkan coba satu diantara menu makanan yang di jual. Dari terlalu jauh, telah tampak antrian di depan kafe. Aku juga selekasnya melebur kedalam barisan pengantri. Di depan kafe terpampang daftar menu bersama harga, hingga kita dapat pilih makanan yang dikehendaki yang sesuai sama kocek.

Lantaran telah banyak yang mengantre, sementara orang pengunjung dapat menggunakan 2-3 menit untuk dilayani, serta jumlahnya ada sekitaran 8-10 orang, aku mengambil keputusan untuk keluar dari barisan serta terpikir untuk kembali kelak. Saat ini tambah baik berjalan-jalan lihat seputar ruang dulu.

Keluar dari Degraves Lane, Â aku cobalah masuk kedalam blok gedung-gedung, serta nyatanya banyak tempat mengasyikkan.

Banyak butik yang menyatu dengan kedai kecil yang senantiasa ramai waktu makan siang di beberapa segi lorong sampai ke jalan antar bangunan. Disini tidak cuma pekerja kantoran atau anak muda yang bersantap siang, beberapa orang tua juga tampak melahap makanan mereka dengan enaknya.

Keasyikan keluar-masuk lorong bikin aku pernah kehilangan arah. Lorong-lorong di Arcade Laneway cukup besar. Nyaris 1/2 jam aku berputar-putar untuk temukan kembali tempat incaran aku untuk makan siang. Sesudah ajukan pertanyaan kanan-kiri, pada akhirnya aku dapatkan juga arah jalan yang disebut.

Waktu jalan kembali menuju Cafe et Pattiserie, di ujung lorong aku terhambat oleh kerumuman orang. Sayup-sayup terdengar musik instrumentalia memiliki irama jazz, dengan alunan suara yang terdengar merdu. Sayangnya posisi aku di belakang kerumunan, hingga tak dapat lihat dengan terang. Tetapi setelah musik berhenti serta kerumunan bubar, sayau baru bisa lihat kalau di ujung jalan ada sekumpulan pengamen tengah bermain musik. Mengagumkan. Sedikit kaget lantaran kota besar seperti Melbourne ini ada pula pengamennya!